Rabu, 16 Juli 2008

Mendikte si Pendikte

Coba kita buka majalah lifestyle (baik majalah pria maupun wanita) pada saat edisi-edisi tertentu. Jika di dalam majalah tersebut terdapat rubrik fashion, bisa dipastikan ada artikel yang memberi tahu tren terkini, what's in what's out, dan berbagai macam gaya pada musim tertentu seperti "summer, fall, atau spring collection." Para ahli mode akan memberikan anjuran cara berpakaian sesuai dengan apa yang menjadi tren musim itu. Belum lagi ada berbagai merk yang mempromosikan koleksinya per musim. Ketika artikel dibaca dan kita menutup majalah, kita sudah punya 'bekal' yang mempengaruhi kita dalam menimbang apa yang akan kita pakai. Sekarang katanya lagi musim Tye Dye dan Jam tangan Nooka, skinny jeans diprediksikan meredup digantikan oleh wide leg pants ala hippie atau celana pantalon.

Itu adalah hal-hal yang disebar-luaskan oleh industri mode lewat katalog terbaru, majalah, maupun komentar para pengamat
mode. Biasanya tren dilihat dari rangkaian koleksi di berbagai Fashion Week mulai dari Milan sampai New York. Beralih ke koran, beberapa waktu lalu saya membaca artikel di sebuah koran (kalau tidak salah Media Indonesia) yang membahas tentang "The Sartorialist" sebuah blog milik Scott Schuman. Apa istimewanya blog ini? oke... saya adalah salah satu pengunjung setianya dan melihat postingan satu bulan di blog itu -menurut saya- jauh lebih bermanfaat dan masuk akal untuk referensi saya, dibanding majalah-majalah lifestyle bergengsi. Saya mengetahui blog ini sejak tahun lalu dari style.com yang menjadikannya link tersendiri. Setelah terdampar di blog simpel namun menarik ini, saya -terus terang- semakin percaya diri untuk bergaya sesuai kemauan saya. Blog ini berisi foto-foto berbagai macam orang dari berbagai kota di dunia (milan, new york, new delhi,dll) yang berpose mengenakan pakaian pilihan mereka sendiri dan dijepret oleh si Scott. Terus? Di mana letak menariknya? Yang menarik adalah orang-orang pilihan Scott itu memang orang biasa (common people) dan satu dua orang terkenal yang memiliki 'statement' tersendiri dalam berpakaian. Ada yang menggabungkan setelan t-shirt jeans dengan Doc Marten ukuran besar, ada juga yang hanya mengenakan black dress tertutup dengan turtle neck, polos tanpa hiasan namun terlihat sangat berkarakter, dan masih banyak lagi everyday-ordinary-but-cult style. Blog ini begitu terkenal di kalangan pecinta fashion bahkan banyak perancang terkenal yang menjadikan gaya-gaya orang tersebut sebagai inspirasi dan tampilan mood boardnya. Media-media besar macam Vogue, Elle, atau GQ juga kepincut dengan kumpulan common people dalam sartorialist. Gaya yang beredar di jalanan ini ternyata berhasil mendikte para pendikte di industri fashion. Padahal bisa jadi para model dadakan itu hanya memilih pakaian berdasarkan insting dan sama sekali tidak mendapatkan sentuhan brand-brand terkenal macam Loubotin atau Miu-Miu. Padu-padan karya mereka kemudian mengusik benak perancang yang sudah kehabisan ide dan mereka juga menjadi inspirasi banyak pengamat. Agaknya ini menjadi semacam produksi-reproduksi mode dan bagi anda yang termakan bimbingan industri mode nampaknya harus mulai cerdas dalam memilih.

Coba sekarang anda kunjungi blog tersebut (thesartorialist.com), oprek archive-archive lamanya dari tahun 2006 dan anda akan tahu bahwa kepercayaan diri dalam menentukan gaya anda sendiri itu timeless. Karena saya tidak melihat zipper jacket itu ketinggalan zaman. Jangan gadaikan koleksi lama anda, maksimalkan apa yang ada di lemari, dan jangan terjebak dalam lingkaran mode... Salam Sartorial !


1 comments:

zara mengatakan...

Wah, nyet gue setuju ama isi blog ini.. Kalo tau dari dulu, pasti ud gue buka. Gue kan termasuk orang2 yg anti tren dlm hal fashion... Gue lebih suka ngikutin insting pribadi saat pgn make baju.. hahaha.. jadi tolong kepada teman2 yang ingin memberikan hadiah ultah atau apapun (wek ngarep bgt lo jar), kalo bisa jgn yg sdang nge-trend yah...
Bleh...apa coba gue...

 
design by suckmylolly.com