Kamis, 05 Februari 2009

Berlalu setelah Dilalui




"Would you erase me?"

"Do I know you?"


Kalimat pertanyaan tersebut adalah penggalan dari dialog film brilian karya Michel Gondry dan Charlie Kauffman, Eternal Sunshine of The Spotless Mind (ESTSP). Film ini sangat menarik dan menyisakan sedikit ruang hampa di dalam pikiran bagi setiap penonton yang menyelaminya. Ruang hampa itu sebenarnya tidak benar-benar steril karena gerakan kilas balik menggerakkan arusnya. Arus mengorek masa lalu menjadi kegiatan lumrah untuk dilakukan oleh stimuli pengingat. Tidak heran memori menjadi kunci dari masa lalu dan hal inilah yang menjadi tokoh utama film ESTSP. It's all about precence and absence of your past memory. Si lacuna inc laris manis didatangi para tokoh dalam film tersebut, kenapa? Karena memori adalah gerbang utama untuk membuka masa lalu. Tokoh-tokoh tersebut berlomba-lomba membunuh memori atas nama masa lalu.

Kenapa masa lalu perlu dibunuh? karena membuka gerbang masa lalu sama haramnya dengan membuka kotak pandora. Menelusuri masa lalu, selain berarti nostalgia masa-masa indah juga berarti membuka tensoplast dari luka yang menganga. Perlahan-lahan perih dan memaksa kita untuk mengaduh. Di dalam masa lalu terletak hal-hal yang pantas dikenang untuk kembali diceritakan tetapi ada juga yang ditutup-tutupi karena itu adalah bekas luka atau koreng yang tidak pantas untuk diceritakan. Para tokoh tersebut ingin membuat memori mereka tentang sesuatu menjadi ground zero. Karena menghapus masa lalu adalah obat dari segalanya. Sesuatu yang tidak beres itu lah yang menyelinap dalam alam bawah sadar dan merusak lamunan kala sadar.

Sama halnya dengan masa lalu orang lain. Mengetahui ataupun menyelami masa lalu orang lain adalah hal yang paling anda inginkan dan tidak inginkan dalam waktu bersamaan. Hal yang paling ingin anda ketahui sekaligus yang tidak ingin anda ketahui. Kenapa? sekali lagi, karena menyelidiki masa lalu sama dengan membuka kotak pandora. Ada penyesalan yang diiringi perasaan impas atas pertanyaan yang selalu muncul. Ada orang yang dengan senang hati membagi cerita masa lalunya (berarti dia merasa berada di posisi yang aman sekarang) tetapi ada orang yang sangat selektif untuk membaginya (entah karena merasa posisi amannya terancam jika ia memberi tahu atau ia benar-benar butuh untuk buat janji dengan dokter lacuna inc).

Ada yang bilang masa lalu adalah bagian yang berkontribusi untuk membentuk siapa anda sekarang. ya iyalah ya... Dia memang hiasan yang ditempelkan dalam adonan, ada yang terlihat bagus setelah dipanggang tapi ada juga yang gagal. Menyembunyikan masa lalu berarti menyembunyikan siapa anda sebenarnya, menghapus masa lalu (manuver yang lebih kejam) berarti mengosongkan kalimat lengkap tentang anda. Siapapun pasti pernah melalui sesuatu yang nggak asik dan ini wajar. Semua orang pasti pernah menyesali sesuatu dan hal ini memang tahap yang harus dilewati. Menyelesaikan sesuatu di masa lalu tidak harus dilakukan dengan mengundang Doraemon untuk memohon mesin waktunya. Mungkin penyesalan bisa diobati dengan hal-hal yang kita perbuat sekarang, mungkin... That's why The Time is Now, not long ago or upcoming.

"You can erase someone from your mind, but getting them out of your heart is another story." -Eternal Sunshine-

Jika diberi voucher lacuna inc, saya akan mengahapus memori tentang momen-momen kehilangan



Bagaimana dengan anda?


Minggu, 18 Januari 2009

Gratissss...


"Free space is history"

-mbak Naomi klein-


Apa yang paling nikmat dan lezat di dunia ini? Gue akan menjawab dengan mudah dan akan dibarengi oleh suara temen-temen se-angkatan gue dengan satu kalimat "SEMUA YANG GRATISSS". Nggak pake embel-embel lagi. Yup, everything that's free is the only answer we can offer. Dan kenikmatan menggunakan atau menghabiskan barang gratisan jauh lebih besar daripada barang yang bayar. Sensasinya itu bener-bener beda! Iya nggak? Coba aja lo dikasih sepotong pizza gratis, cuma-cuma, pasti rasanya jauh lebih enak daripada beli. Bayangin download album 'Dark Captain Light Captain' secara gratis dibandingkan beli cd impornya seharga 200rb-an, pasti lebih meresap dan terngiang-ngiang. hahahha...

Kenapa ya bisa begitu? Apa memang manusia itu makhluk gratisan? hehehhe... Setelah merenung sambil dengerin album 'Dark Captain Light Captain' gratisan tadi, gue menyimpulkan bahwa rasa nikmat tiada tara itu muncul karena... ehm... satu kalimat juga.. karena "Nothing's free today!" atau "Hareee gene mana ada yang gratisss?". Sering kan kita mendengar orang-orang ngomong kaya gitu? Apalagi kalau kita masih dianggap polos karena terus berharap bahwa masih banyak barang gratisan tersisa di dunia ini, omongan itu memang pengelakan yang tepat!

Kenyataannya memang begitu... mau minum beli aqua, mau mandi bayar PAM, mau nge-charge HP bayar listrik, mau pacaran beli pulsa, mau eksis beli Blackberry, mau pipis bayar seceng (Rp 1000), mau parkir bayar minimal Rp 1000 juga, mau tidur setor uang kontrakan atau KPR ke bank, masuk penjara tetep kudu bayar, mau lulus kuliah jangan absen fotokopi bahan, mau nongkrong ke taman menteng bayar parkir juga, mau liat pameran di galeri nasional harus rela ditagih ongkos sama kenek kopaja P20, mau terus hidup ya harus terus kerja, mau kerja ya bayar ongkos lagi. Wakakkaka... Pusing kan?

Jangan ngisup (Pusing-red) deh mendingan... Ini adalah kenyataan pahit yang harus kita hadapi bersama di dunia kapitalisme fana ini. hehehe Hari gini sih apa juga bisa diduitin, bahkan jasa lalu lintas di jalanan didagangin sama polisi gopek (udah nggak mau duit cepek-an). Ini semua memang lingkaran setan jahanam. Dimana semua manusia harus membayar segala sesuatunya untuk terus hidup oleh karena itu mereka harus menghasilkan uang untuk menumpuk cadangan uang, jadi jangan heran semua-semuanya nanti didagangin. Bisa aja kalau gebetan lo kepepet butuh duit, cintanya pun diperjualbelikan. hehhee (lebay...)

Sudah pasti hal-hal yang gratis itu enak karena memang banyak dari tetek bengek itu pada kodratnya hadir cuma-cuma. Mulai dari taman tempat nongkrong yang nggak perlu bayar apa-apa, memang seharusnya ruang publik yang menjadi sarana pergaulan kawula muda. Air yang dulu berlimpah dan menjadi hak semua manusia harus rela diprivatisasi perusahaan asing dan tidak digunakan untuk kemaslahatan orang banyak melainkan kemaslahatan orang yang mampu. Inilah ujung dari komodifikasi (sok keren bgt gw) ketika nilai guna atau pakai itu harus diuangkan. Dari Perceraian artis sampai jalan menemukan Tuhan. Semuanya tidak luput dari biaya. Gimana nggak tambah kere nih kita... hehehe...

Ini hanya keluh kesah gue aja kok. Berhubung kondisi keuangan gue lagi menipis, jadinya sok kritis gini. hahahaha.... Soalnya kalau kita lagi susah, baru deh berasa... betapa kejamnya dunia. Mau ngapa-ngapain bayar! hiks, hiks, hiks... Padahal Gue percaya kalau Tuhan itu nggak matre, Dia kan ngasih semua sumber daya secara cuma-cuma. Jadi salah tuh yang bilang bahwa Adam & Hawa jatuh dari surga itu menderita karena Tuhan sudah memberikan mereka berbagai fasilitas (plus wi-fi! hahahha). Keturunannya aja banyak yang mata duitan dan membuat dunia ini semakin kehilangan "Ruang untuk Anugrah" (ruang untuk yang gratis-gratis). Jangan-jangan saking sedikitnya ruang untuk sesuatu yang gratis, konsep bagi-bagi (share) bakalan lenyap. Mudah-mudahaqn jangan ya... (Aminn). Tapi kalau kata John Lennon (tetepp..) "Love is free... Free is Love". Apalagi "Free as a bird" (halah!)....


*Terinspirasi oleh lingkungan sekitar dan buku "Keliling Eropa 6 Bulan Hanya 1.000 Dolar" oleh Marina Silvia K.

Jumat, 02 Januari 2009

Akhirnya LULUS juga...

181208

23.00


Phiuhh.... inilah nafas terlega yang bisa dihembuskan selama 15,5 tahun berada dalam labirin tertutup bernama akademik. Tidak terhitung berapa sumpah serapah dan caci maki dalam hati yang selama ini dipendam selagi diekspresikan. Akhirnya si makhluk keras kepala dan setengah gila ini berhasil mengalahkan raja terakhir dalam game yang telah lelah dimainkannya. Setelah berbagai macam strategi dan tahapan, 2 kata itu muncul juga. MISSION ACCOMPLISHED!

Ibarat agen KGB yang sedang becengkrama bersama agen CIA saat perang dingin, perasaan menaklukan lawan memang tidak ada tandingan. Gw setuju kalau pergulatan hidup gw dengan dunia akademik itu kaya sleeping with the enemy. Gw harus tunggu momen yang tepat untuk memebasmi musuh yang selama ini terus gw tiduri.hehehehe... Ok.. jujur aja... Siapa yang suka dan cinta sama dunia akademik di Indonesia? Sebagai anak muda tentu nonton konser jauh lebih menyenangkan dari mengerjakan PR Matematika 50 soal atau tugas penelitian SPSS. Tapi anak muda itu harus bisa menidurinya sebelum membunuhnya. Because my dad said so! Dalam modernitas, logika ilimah adalah segalanya. Dunia akademik bisa dibilang diwajibkan untuk memodernkan pikiran gw yang nggak ada ilimiah-ilimiahnya ini. Orang tua maunya anak sekolah terus kuliah biar jadi 'bener'. 'Bener mah urusan ntar, yang penting mereka mau liat kita lulus dulu, ya nggak?

Meskipun otak gw pas-pas an (dalam artian beripikir ilimiah tadi), pada akhirnya bisa juga tuh skripsi, yang tebelnya cuma 80 halaman, selesai. Yang menentukan pasti ketika sidangnya, saat-saat ketemu raja terakhir inilah yang membuat gw makin gregetan untuk ngadepinnya. Emang sih nggak pake jurus yang muluk-muluk dan kaya jagoan, tapi akhirnya lulus juga. LULUS... menjadi 4 kata yang bikin gw terobsesi selama setahun terakhir ini. And finally, I made it!!!

Kelulusan gw yang termasuk sedikit lebih cepat dari standar bukan hal yang perlu dibanggakan melainkan direnungkan. Soalnya perjalanan menuju momen ini sama sekali nggak gampang. Dari cerita yang hampir mirip sama termehek-mehek sampai kejutan-kejutan menggoda iman. Gw cuma percaya, kalau gw mau lulus 3,5 tahun, yang perlu gw lakukan hanya perlu percaya bahwa gw bisa lulus saat ini. Dengan kepercayaan itu, kemauan gw jadi sedikit lebay dan usaha gw jadi lebih gokil. Gw beruntung punya temen yang senasib dan sepenanggungan macam Inal. At least jadi lebih yakin dan bisa saling mendorong. Gw sadar banget waktu itu cuma 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Tapi ada banyak hal yang harus dikerjakan, apalagi yang ada deadlinenya. Hiks, hiks, hiks. Thank God gw dianugrahi kemampuan multitasking jadi otak gw punya banyak cluster untuk mengerjakan banyak hal. Namun pada akhirnya skripsi adalah segalanya, beberapa kerjaan pun kudu terlantar demi dia. ckckck.... Apa besok kalo punya anak dinamain skripsi? (hehehhehe jangan ampe deh!)

Gw takjub dengan alam semesta yang bisa berbahasa, gw juga kagum banget sama selera humornya Tuhan. Banyak banget kejadian dan temuan lucu selama proses ini. Dari mulai penentuan siapa yang jadi dosen pembimbing gw (yang sering dianggap rada killer ama anak2) sampai siapa yang jadi penguji gw (salah satu dosen yang jadi suporter setia gw selama ini). Dan gw teramat bersyukur dengan hal itu. Banyak banget pelajaran yang gw dapet selama proses pengerjaan skripsi ini. Gw belajar banget untuk tidak menilai (judge) orang dari awal berkat wawancara sama informan2 gw. Masih banyak banget hal-hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya kemudian menambah bumbu dan kenikmatan pengerjaannya.

Membandingkan waktu pengerjaan dengan persidangan sungguh sangat tidak sepadan. Ketika sudah memperoleh hasil rasanya semuanya terbayar, tapi disidang memang tidak senikmat proses pengerjaan. Yah... mungkin inilah yang namanya orgasme akademik. Kerasa banget kalau happiness is in doing not getting or accomplishing. Tuhan yang sangat misterius juga menghadirkan dosen penguji yang baik hati. hehehehe.... Terima kasih Mbak kiki...!

Orang tua sebagai investor bisa mendapatkan hasil dalam waktu yang sedikit lebih cepat dengan sedikit resiko (jadi cukup menguntungkan berinvestasi di gw). Lega banget, seneng banget, dan banget2 lainnya sudah menanti untuk diungkapkan. Hari ini tiba juga, saat afra menyelesaikan studinya...untuk kemudian mengerjakan segudang impiannya!!! Hehehehe... terima kasih ya atas dukungan dan doanya..!



Senin, 20 Oktober 2008

Boys Do Cry

Sebenernya ini tulisan di blog lama gw. Tapi karena rapat edisi kemarin isu ini diangkat dan posting ini sempet gw apus dari blog lama gw, jadi gw putuskan untuk reissued tulisan ini. Emangnya cuma MOGWAI doang yang bisa reissued...hehhehe



-18032007-

Wow…udah lama juga ya gw gak ngisi blog? Kangen juga….tapi sekarang gw agak bingung mau nulis apa, mau ngomongin apa kira2. Apa ya…??oh gw tau...!! jadi begini ceritanya…hari jumat kemaren gw lagi nongkrong di takor(kantin Fisip UI) bersama beberapa teman2 sejurusan. Niatnya sih tadi ada salah satu temen ce gw yang mau curhat soalnya doi abis putus gitu dan putusnya emang rada gak wajar. Karena conya(atau mantannya) mengemukakan alasan2 yang konyol pas mutusin temen gw itu. Pas dia lagi curhat , datenglah temen2 gw yang lain, ikut nimbrung dengerin doi curhat. Temen gw yang notabene sedang berada pada kondisi pasca sakit hati menceritakan segala sesuatunya dengan begitu serunya. Pas kita lagi ngomongin perihal pemutusan dia, salah satu temen co gw ada yang bilang klo “Kebanyakan Cowok, ketika dihadapkan pada pilihan cewek biasa aja atau cewek pintar untuk dijadikan pacar, mereka akan memilih cewek biasa aja” Munculah pertanyaan di kepala gw “Kenapa???” Apa yang salah dengan cewek pintar? Mdgan cewek yang fisiknya biasa aja tapi pinter daripada yang cantik tapi gak pinter. Tapi itu menurut gw dan tentu saja kebanyakan dari wanita yang kebanyakan enggan diekspos secara fisik. Beda ama cowok, mereka tentu saja akan merasa terintimidasi jika berhubungan dengan cewek pinter. Mereka takut cewek itu banyak nuntut,kritis,banyak ngeles, dan mereka takut cewek itu gak bisa mereka bego2in. skeptis amat gw kayanya. Tapi bagi gw pernyataan yang dilontarkan temen gw itu cukup untuk membuat gw bertanya “sekonyol itukah cowok?”

Budaya yang selama ini ada memang sangat patriarki di luar maupun di Indonesia. Mereka (cowok) dari kecil udah dididik, ditanamkan nilai-nilai, dan dirancang sedemikian rupa untuk berkuasa, menjadi yang terhebat, termacho, terberani, dsb. Jadi ketika mereka nantinya dihadapkan pada calon pasangan yang pintar, mereka akan merasa tersaingi, tidak berkuasa (lemah kedudukannya), Kontrol yang mereka punya akan berkurang, dan tentu saja mereka tidak mau terlihat bodoh/rendah di depan orang-orang lain. Dulu ada temen yang pernah ngomong ke gw gini: “Fra, lo si kelewat mandiri dan gak biasa!cowok jadi ngeri tau!” Emangnya apa yang salah ya ma gw? Klo diluar gw terlihat mandiri belum tentu begitu jg kan dalemnya? Cowok aja yang kelewat cupu/ jiper klo ngeliat cewek yang pinter, mandiri, & tough. Mereka terlalu memberi penilaian yang sedemikan rupa pada cewek klo cewek itu sudah seharusnya bergantung sama cowok, minta bantuan mereka, manja, lemah lembut, cengeng, dan masih banyak lagi penggeneralisasian cowok terhadap sifat2 cewek jadi ketika mereka dapet cewek yang berlawanan dari ‘cewek yang seharusnya’ mereka gak tau gimana menghadapinya. Padahal semua manusia menurut gw baik cowok maupun cewek selalu punya 2 kebutuhan mencintai dan dicintai. Jadi mau tuh cewek sepinter ataupun sekuat apaun dia juga punya kebutuhan untuk dicintai dan mencintai begitu juga cowok setinggi2nya dia mengaggap derajatnya, dia juga butuh untuk mencintai dan dicintai. So boys Just see us (girls) equally…okay!

Again I go so mellow

Gue menemukan hipotesis baru!!! Ternyata semakin skripsi itu menyiksa, semakin diri gw menjadi melankolis, semakin gw berirama dalam kata. Halah.... hehehe.....




Menunggu Untuk Entah



tak butuh kopi untuk terjaga
binar cahaya bulan di luar sana kelam
tapi ia teman yang tak tergantikan

kantuk menyelinap pasti
mata itu terus berlari
tanpa tahu mana tujuan

bersahabat dengan malam
di tengah kenihilan
waktu tak punya hati

ruang lapang dalam imaji
memetakan beribu mimpi
memungut sisa kesempatan yang hilang

andai ikatan tak bertali
sunyi tapi tak sendiri
tak punya kata-kata, hanya praduga




Bukan Mencinta

Dia jatuh cinta
tanpa diucap hanya dirasa
Dia jatuh cinta
sungguh tak ingin lupa

Dia punya cinta
bukan untuk siapa-siapa
Dia punya cinta
yang tidak dapat diberi harga


Dia beri cinta
melalui beribu bahasa dengan pertanda
Dia beri cinta
Benar tidak ada duanya

Dia ingin cinta
walau beda bentuknya
Dia ingin cinta
karena itulah satu-satunya cara meminta

Selasa, 07 Oktober 2008

Ramadhan, Berkah untuk Siapa?

-041008-


Bulan ramadhan bisa jadi saat yang paling dinanti-nanti. Bukan... bukan karena saya berulang tahun untuk kedua kalinya di bulan ini. Bukan juga karena nama saya ada di setiap spanduk bertuliskan " Selamat datang bulan suci ramadhan" dan saya gr ada nama saya di situ (weksss). Tapi karena katanya bulan ini adalah bulan penuh berkah namun entah juga berkah apa dan untuk siapa. Yang jelas, dalam tulisan ini sih saya nggak akan menyinggung soal pahala dan dosa. I think we've got enough about them from our religion teacher, right? Karena hari ini sudah hari ke-3 lebaran dan nggak tahu kenapa saya hanya belum mendapatkan 'greget'nya. Yeah... dari tahun ke tahun saya masih nggak ngerti apa itu sebenarnya hari lebaran, kecuali makanan enak, salam tempel, dan iklan-iklan di tv yang bilang ini adalah hari kemenangan. Coba diperjelas lagi, menang atas apa? emangnya kita lagi perang gitu? hehehe...

Ibaratnya saya anak kecil yang nanya ke ibunya, apa sih lebaran itu? tanpa pernah dapat penjelasan yang 'real' . Seperti yang 'mereka' ajarakan pada saya, pada bulan ramadhan kita berpuasa dan ini berarti kita harus menahan nafsu selama sebulan penuh. Waktu kecil saya merasa 'tahu banget' apa itu puasa karena saya puasa sebulan penuh, ikut pesantren kilat, selalu tarawih di mesjid, rajin tadarus dan tentu saja mengisi agenda ramadhan dari sekolah. Seiring saya tumbuh kayanya saya mulai meragukan pengetahuan saya akan ramadhan itu sendiri. Semboyan 'menahan nafsu' mulai saya renungkan kembali karena semakin saya besar, saya makin melihat ketimpangan teori agama dengan prakteknya. Pertanyaan itu dimulai dengan melihat sajian yang lengkap dan melimpah di meja makan saat buka puasa. Apa bedanya hari biasa dengan hari saat berpuasa kalau kaya gitu caranya. Nafsu makan yang ditahan sendirian langsung dilampiaskan pada malam hari. Saya juga mulai heran liat orang yang jarang shalat tapi pas puasa shalatnya malah lebih rajin dari saya, mereka bilang karena pahala di bulan ramadhan dilipat gandakan. Belum lagi ketika saya berada di jalanan Jakarta sekitar pukul 4-6 sore,wuihhh... kalau ada yang ngadain sensus kendaraan bermotor di Jakarta, inilah saat yang tepat. Semua kendaraan tumplek blek di Jalanan sampai banyak ruas jalanan yang terkunci, rambu lalu lintas dengan mudah di langgar, memberikan jalan untuk kendaraan lain pun ogah. Alasannya sih simpel, mau buka puasa di rumah sama keluarga atau bersama kerabat di manapun. Gimana mau nahan nafsu kalau bersabar aja susah? Saya juga kembali bertanya-tanya tentang makna ramadhan saat berbagai Mall dan toko memberikan penawaran yang paling menarik, koleksi terbaru yang memikat untuk dipakai pada hari lebaran. Sampai-sampai, merk pakaian yang katanya impor bisa-bisanya punya koleksi baju koko, hihihi.... saya jadi merasa lucu sendiri. Yang paling aneh lagi ada Esia paket Ramadhan, HP yg pas buat ramadhan.hahhahaha....

Saya sih percaya aja kalau ada yang bilang bulan puasa tuh bulan yang penuh berkah untuk semua marketer yang jualan barang termasuk pedagang musiman. Bisa jadi bulan ramadhan tuh puncak profit mereka karena semua orang berlomba-lomba untuk membelanjakan uang THRnya (termasuk saya, hehehe). Soalnya mall di penuhi oleh orang-orang yang berbuka puasa di resrtoran atau food court dan beli baju baru di department store. Lain halnya dengan penjual sembako dan daging, mereka pasti hura-hura dengan keuntungannya atas hukum pasar. Semakin banyak permintaan, semakin mahal harganya. Bahkan katanya ayam kampunga aja bisa dijual dengan harga Rp 90rb sekilo!!! Ckckckck.... euphoria makanan bersantan dan berdaging di bulan ini tentu bikin para vegan bersedih. Pada bulan ini juga banyak orang yang berlomba-lomba untuk menjadi dermawan lewat cara bersedekah secara legal ( lewat badan zakat) atau memberikan uang pada gepeng (glndangan & pengemis) di jalanan. We might see clearly, Perda Pemda Jakarta yang melarang memberi uang pada gepeng di lampu merah, hanya omong kosong belaka. Dahsyatnya lagi, saya denger jumlah uang yang terkumpul lewat zakat di bulan Ramadhan itu bisa sampai puluhan triliun rupiah!!! Bahkan lebih besar dari anggaran pendidikan negara kita ! Yang harusnya udah bisa banget mengurangi kemisknan tapi dampaknya ternyata belum signifikan. Geli banget nggak tuh? Tapi ini semua hanya berlaku sesaat. Semua orang ingin berlaku bak nabi dan nasabah bank pahala di bulan ini. Yup... hanya di bulan ini?
Gimana dengan lebaran? Yang jelas Temasek dan pemodal asing pemilik saham di perusahaan telekomunkasi bergembira ria menyambut lebaran. Semua orang ngirim sms yang 'send to many' ke semua isi phone booknya, padahal belum tentu semuanya dia kenal dengan baik, ya nggak?

Anyway, i'm not trying to be sceptical today but i just saw things went so weird and irrational. Bulan ini tentunya hadir sebagai bulan pengingat. Bulan ini kita diingatkan akan rasa lapar yang selama ini dialami oleh kaum dhuafa, kita diingatkan untuk melihat sekitar kita dan merefleksikan 11 bulan ke belakang. Apa yang sudah kita lakukan pada lingkungan sekitar, teman kita, dan kita sendiri. Saya jadi inget kata rasul (saaahhh) makanlah saat lapar dan berhentilah saat kenyang, itulah cukup. Ada yang pernah bilang ke saya, mungkin di situlah seharusnya kita berada, pada suatu kondisi yang cukup, tidak kurang tidak lebih. Dia juga bilang, itulah tantangan kita, bertahan di level ini tanpa tergoda untuk melebihkan.


dedicated for Vienna traveller wannabe and those who are struggling to finish their thesis !!!

If it's mine, It'll always be mine



-290908-


Menurut gw, pepatah seperti "Kalo jodoh nggak kemana" itu benar adanya. Kenapa? karena beberapa waktu yang lalu gw mengalami kejadian yang cukup mengharukan (du ile... segitunya!). Emang sih... sebelumnya gw udah punya metode belanja sendiri. Jadi kalo gw naksir sesuatu (barang atau orang) nggak bakalan langsung gw beli atau gw kejar. Prinsip yang gw anut adalah pertimbangkan secara masak-masak atau kalau perlu ampe gosong, apakah itu barang emang bagus di lo. Enak dilihat belum tentu enak dipakai, sedap dipandang belum tentu sedap untuk dipacari.Hahhaha....

Oke langsung aja kali ya... daripada ntar keburu termehek-mehek kaya di trans TV. Kisah berawal dari kunjungan gw ke suatu mall yang paling happening di bilangan bunderan HI. That's why I hate yet love Mall, there are so many things which will call and seduce you and of course we're all love to be seduced. hahaha..... Seperti biasa gw pasti mengunjungi gerai-gerainya Mitra Adi Perkasa yang memonopoli license brand2 trendy dari luar. Zara atau Topshop nggak cukup britpop (kata si dimdim) dan menggoda gw sehubungan dengan harganya yang sama sekali nggak masuk akal apalagi kantong gw yang working class ini. Tapi pada akhirnya gw jatuh hati dengan Pull and Bear dan entah kenapa, gw selalu wondering kok koleksi Cowoknya lebih kheren daripada ceweknya. Alih-alih menemani si Dimdim mencoba sepatu incerannya, mata gw terpaku pada satu kaos yang menurut gw, Copy /(words)nya kheren dan romantis banget. Kaos biru dongker itu berkata gini :
"Come Home with Me, I Won't Have You Any Other Way" Saaahhh.... seandainya ada cowok yang nembak gw pake kata2 itu, tanpa pikir dua kali gw pasti terima! Asal jangan vokalisnya Kangen band ya.... (peace Man!)

Langsung gw sentuh dan coba-coba tuh kaos, apa daya kantong tipis gw cuma bisa meringis liat tag harganya yang mencantumkan angka Rp 189.900,- (penting banget kayanya 900nya!). Tapi kata-kata dan design kaosnya udah terlanjur menghipnotis gue alhasil gw pulang dengan pikiran kosong berangan-angan membeli tu kaos. Secepatnya! ya... ASAP!!! Beneran aja loh... ampe kebawa mimpi tuh kaos dan pastinya membuat gw gelisah hari demi hari (udh mulai lebay). Gw emang bertekad membeli baju ini jika uang sudah turun dari langit. hehhee... dari kerjaan kaliii...! Akhirnya, 2 minggu (kurang lebih) kemudian gw balik lagi ke Pull and Bear dengan bayangan kalo gw akan mencoba kaos kheren itu dan tentu saja membawa pulang (because I won't have it any other way but pay it!)

Setibanya di Pull and Bear, gw Shocked!!! Holy Moly Sorry! Gw nggak melihat kaos itu di gantungan ataupun di tumpukan kaos bertanda only Rp 150.000! gw kelilingi dan cermati setiap sudut toko dan sayangnya hasilnya Nihil! Hiks...hikss... Gw terkulai lemas dan hampir nahan nangis, bukannya gw hiperbol atau gimana. Tapi beneran deh, udah lama banget gw nggak se'pengen' ini sama barang. I'm definitely in love with that Romantic Tshirt!!! berpegang pada prinsip malu bertanya sesat di jalan, gw dan dimdim nanya ke mas-mas Pull and Bear yang terlihat britpop dan geeky itu. Dengan semangat gw menjelaskan ciri-ciri kaos impian itu dan dia dengan cepatnya menebak dengan benar! Nggak percuma dia keliatan sangat nerdy namun stylish (ya eeyaa lah...pake baju2nya pull and bear kan pasti?!), doi bilang barangnya masih ada dan tinggal 1!!! itupun ukurannya L. Gw tentu pantang menyerah danbilang gak papa, dicoba dulu aja. Bener aja loh... pas gw coba bajunya tuh emang kegedean tapi malah jadi kheren di gw! Nggak tau cuma sugesti doang apa emang gwnya udah kheren dari sananya (weksss) . Ukuran L biasanya bikin gw tenggelem, tapi L-nya kaos ini malah memberi sentuhan So 90's di badan gw. Setalah puas melenggak-lenggok di kaca fitting room, gw keluar dan langsung bayarin tuh baju dengan muka sumringah.
Gw nggak nyangka kalo jodoh gw adalah baju seharga 180 rebu!!! hehehhehe.... Tapi gw bener2 puas ama ni kaos! Dia berhak banget gw pajang di blog ini!!! So dearest, Come Home with Me.... I won't have you any other way..... Dan seminggu kemudian gw nemu tote bag yang pas banget di gw. pas di model, kualitas, ama kantong tentunya. Senangnya.....!!! Ya mudah-mudahan prinsip ini bisa berlaku dalam percintaan gw.hahhaha....

* Pasnya baju ini dipake sambil dengerin lagunya Mogwai yang Honey. " Honey, want you take me home tonight? Shine so bright... Shine so bright..."

 
design by suckmylolly.com